jump to navigation

Teknologi 3D 19 Desember 2010

Posted by andrewied in teknologi.
Tags: , , , ,
trackback

Aloha. Kali ini, saya ingin menulis tentang teknologi2 yang menggunakan istilah 3D. Kenapa 3D? Karena menurut saya istilah ini sangat unik, yakni satu istilah tetapi punya banyak penafsiran. Benarkah? Begini, coba kalau saya sebut nonton film 3D, apa yg ada di benak Anda? Apakah film Upin & Ipin, atau film TRON: Legacy, atau yg lainnya?

Logo-Logo 3D

Logo-Logo 3D

Yah, istilah ini memang sudah lama muncul. Saya masih ingat ketika sinetron Indonesia mengaku telah menggunakan teknologi 3D pada era tahun 90-an (saat itu seingat saya masih ada yg namanya iuran televisi). Efek 3D-nya baru “kasat mata” bila dilihat menggunakan kacamata 3D (terbuat dari bahan kertas tebal, dengan kaca plastik berwarna putih dan merah/hitam). Anehnya, efek 3D di sini hanya sekedar gambar latar depan yang tampak timbul dan sedikit lebih hidup (walau sesudah nonton tuh film, dijamin kepala bakal nyut-nyutan).

Kemudian memasuki tahun 2000-an, kita dikenalkan dengan film Toy Story, sebuah film animasi 3D (dikenal juga dengan istilah 3D-Computer Graphic). Kalo sekarang sih Malaysia udah bisa buat saingannya tuh, apalagi kalo bukan Upin & Ipin!

Sekarang di tahun 2010-an, ada yang namanya film Avatar (bukan The Last Airbender lho) dan yg belum main, TRON: Legacy yang merupakan film 3D juga, tetapi berbeda dengan film2 yg sudah saya sebut sebelumnya. Bedanya apa to? Kalau film Avatar, merupakan film animasi 3D yang menggunakan teknologi sensor manusia di dalam pembuatannya, sehingga untuk setiap tokoh yg ada di animasinya, berarti ada seorang aktor/aktris yg memperagakan gerakannya secara betulan lho. Kalo TRON, film ini menggunakan kamera stereo khusus yg digunakan untuk membuat film ber-efek 3D (Sebenarnya saya agak kurang antusias dengan film ini. Ini kan hanya film “human + racing + fighting + LOT OF NEON!!!”). Kalo nggak salah, ini juga istilah yg digunakan pada Televisi 3D. Jadi efek 3D film yg dibuat dengan kamera 3D, hanya bisa ditampilkan oleh Televisi 3D (tanpa menggunakan kacamata 3D lagi).

Gimana, makin pusing kan? Padahal ini hanya membahas satu istilah saja: 3D. Belum lagi ada istilah 4 Dimensi (4D), yang salah satunya digunakan untuk attraction yg ada di wahana wisata sebangsa Sea World (BTW 4D itu dimensi apa ya, Panjang x Lebar x Tinggi x …?).

Well, well, well. Saya yakin, di masa yg mendatang teknologi 3D akan semakin berkembang dan semakin menghebohkan. Menonton film tanpa layar, mungkin?

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: